Pengertian Isim Fail dan Isim Maful beserta Wazan-Wazannya

Isim fail dan isim maful dalam bahasa arab
Pengertian Isim Fail dan Isim Maful beserta Wazan-Wazannya.

Pengertian Isim Fail

إِسْمُ الْفَاعِلِ هُوَ مَا دَلَّ عَلىَ مَنْ وَقَعَ مِنْهُ الْفِعْلُ

Isim fa’il adalah kalimat yang menunjukkan arti orang yang melakukan pekerjaan. Contohnya: نَاصِرٌ (orang yang menolong).

Bacaan Lainnya

Wazan Isim Fa’il

Isim fa’il yang terdiri dari fi’il tsulasi mujarrod (3 huruf) maka ikut wazan فَاعِلٌ, contohnya فَاتِحٌ (orang yang membuka).

Namun, jika terdiri dari selain fi’il tsulasi (3 huruf); baik berupa fi’il ruba’i (empat huruf), fi’il khumasi (lima huruf), ataupun fi’il tsudasi (enam huruf), maka wazannya sama dengan fi’il mudore’nya, hanya saja huruf sebelum akhir dibaca kasrah dan huruf mudhoroahnya diganti mim serta di harakati dhommah.

Berikut ini contohnya:

NoFi’il Fi’il MadhiFi’il Mudhore’Isim Fa’il

1.

Fi’il Ruba’i
دَخْرَجَ
أَكْرَمَ
فَرَّحَ
يُدَخْرِجُ
يُكْرِمُ
يُفَرِّحُ
مُدَخْرِجٌ
مُكْرِمٌ
مُفَرِّحٌ
2.Fi’il Khumasiتَفَاعَلَ
تَكَسَّرَ
يَتَفَاعَلُ
يَتَكَسَّرُ
مُتَفَاعِلٌ
مُتَكَسِّرٌ
3. Fi’il Tsudasiإِسْتَخْرَجَ
إِحْلَوْلَى
يَسْتَخْرِجُ
يَحْلَوْلَى
مُسْتَخْرِجٌ
مُحْلَوْلٍ

Pengertian Isim Maful

إِسْمُ الِمَفِعُوْلِ هُوَ مَا دَلَّ عَلىَ مَا وَقَعَ عَلَيْهِ الْفِعْلُ

Isim maful adalah kalimat yang menunjukkan arti orang atau sesuatu dikenai sasaran pekerjaan. Contohnya: مَنْصُوْرٌ (orang yang ditolong).

Wazan Isim Maful

Adapun wazan isim maful adalah مَفْعُوْلٌ. Wazan ini untuk fi’il tsulasi mujarrod (3 huruf), seperti مَنصُوْرٌ (orang yang ditolong) dari fi’il madhi نَصَرَ.

Jika berupa selain fi’il tsulasi mujarrad (3 huruf) maka wazannya sama seperti isim fa’ilnya, hanya saja huruf sebelum akhir dibaca fathah, seperti contoh:

NoFi’il Fi’il MadhiFi’il Mudhore’Isim Fa’ilIsim Maful

1.

Fi’il Ruba’i
أَكْرَمَ
يُكْرِمُ
مُكْرِمٌمُكْرَمٌ
2.Fi’il Khumasiتَكَسَّرَيَتَكَسَّرُمُتَكَسِّرٌمُتَكَسَّرٌ
3. Fi’il Tsudasiإِسْتَخْرَجَيَسْتَخْرِجُمُسْتَخْرِجٌمُسْتَخْرَجٌ

Keterangan:

  • Isim fa’il itu didahulukan dari isim mafulnya karena setiap fi’il (pekerjaan) pasti membutuhkan fa’il (orang yang melakukan pekerjaan), namun belum tentu membutuhkan maful (objek/sasaran suatu pekerjaan). Oleh karena itu, isim fa’il didahulukan dari isim mafulnya.
  • Alasan kenapa huruf sebelum akhir pada isim fa’il dibaca kasrah adalah karena isim fa’il diambil dari fi’il mudhore’ yang mabni fa’il dan fi’il mudore’ mabni fa’il itu huruf sebelum akhirnya dibaca kasrah. Sedangkan alasannya huruf sebelum akhir pada isim maful dibaca fathah karena isim maful itu diambil dari fi’il mudhore’ yang mabni majhul/mabni maful dan fi’il mudore’ mabni maful huruf akhirnya dibaca fathah.

Pos terkait