10 Prinsip Dasar Ilmu Sharaf (Mabadi ‘Asyarah) yang Wajib Diketahui Pemula

مبادئ العشرة لعلم الصرف
10 Prinsip Dasar Ilmu Sharaf (Mabadi ‘Asyarah) yang Wajib Diketahui Pemula.

KITABONLINE.net – Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana satu kata dalam bahasa Arab, seperti نَصَرَ (menolong), bisa berubah menjadi 11 bentuk seperti مَنْصَرًا, نَصْرًا, يَنْصُرُ hingga مِنْصَرٌ? Inilah ilmu Sharaf, salah satu pilar penting untuk memahami teks-teks Arab, terutama Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab turats (klasik).

Bacaan Lainnya

Namun, sebelum mempelajari ilmu Sharaf, setiap penuntut ilmu sangat dianjurkan untuk memahami Mabadi ‘Asyarah atau 10 prinsip dasar ilmu tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Syarah Mukhtashar Jiddan bahwa memahami prinsip dasar ini adalah gerbang utama menuju kemuliaan ilmu.

Muhammad Ali Ash-Shabban, pengarang kitab Hasyiah Ash-Shabban ‘Ala Syarh Al-Asymuni li Alfiyyah Ibni Malik telah merangkum prinsip-prinsip ini dalam bait syair yang masyhur, yaitu:

مبادئ العشرة لعلم الصرف

الحدّ والـمـوضــــــوع ثم الثمرة#إن مبادي كلّ فـــــــنّ عشرة
والاسم الاستمداد حكم الشارع#وفـــضلـه ونــــسبة والـواضـــع
ومن درى الجمـــيع حاز الشرفا#مسائل والبعض بالبعض اكتفي

Artinya:
Seungguhnya setiap disiplin ilmu memiliki sepuluh prinsip dasar, yaitu: definisi, objek pembahasan, manfaat, keutamaan, kedudukan, peletak dasar, nama, sumber pengambilan, hukum mempelajarinya, serta masalah-masalah yang dibahas di dalamnya. Sebagian orang merasa cukup dengan sebagian prinsip saja, namun barang siapa yang menguasai semuanya, makan ia akan memperoleh kemuliaan. (Lihat: Syarah Mukhtashar Jiddan, hal. 2)

Artikel ini akan mengulas secara secara ringkas terkait 10 Prinsip Dasar Ilmu Sharaf, mulai dari definisi, sumbernya hingga masalah-masalah yang dibahas di dalamnya.

Inilah 10 Prinsip Dasar Ilmu Sharaf

1. حدُّهُ (Definisinya)
Ilmu sharaf adalah Ilmu yang mempelajari perubahan suatu bentuk kata menjadi bentuk yang lain, baik dari segi menghasilkan makna yang dikehendaki, shahih dan i‘lal-nya.

2. مَوْضُوْعُهُ (Objek Pembahasannya)
Lafadz-lafadz dalam bahasa Arab ditinjau dari sisi keadaannya, seperti shahih, i‘lal, huruf asal, penambahan huruf, dan sejenisnya.

3. ثَمْرَتُهُ وَفَائِدَتُهُ (Buah dan Manfaatnya)
Mengetahui bentuk-bentuk dan asal-usul kata dalam bahasa Arab, menjaga lisan dari kesalahan, menyelamatkan dari menghasilkan makna atau arti yang keliru, serta mengetahui kaidah penulisan yang benar.

4. نِسْبَتُهُ (Kedudukannya)
Sebagai salah satu alat atau perantara untuk memahami ilmu-ilmu lain, seperti Ilmu Al-Qur’an, Ilmu Hadis, dan ilmu-ilmu sejenisnya.

5. فَضْلُهُ (Keutamaannya)
Lebih unggul dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang lain.

6. وَاضِعُهُ (Peletak Dasarnya)
Pelopor dari ilmu sharaf adalah Mu‘adz bin Muslim al-Harrā’. Ada pula yang mengatakan pelopornya adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallāhu wajhah.

7. إِسْمُهُ (Namanya)
Ilmu Sharaf atau Ilmu Tashrif.

8. إِسْتِمْدَادُهُ (Sumber pengambilannya)
Berasal dari kalam Allah, kalam Rasulullah ﷺ, serta ucapan fasih orang-orang Arab.

9. حُكْمُهُ (Hukumnya)
Fardu kifayah bagi penduduk setiap daerah, dan fardu ‘ain bagi para pengajar Al-Qur’an dan Hadis.

10. مَسَائِلُهُ (Masalah-masalah yang dibahas)
Membahas kaidah-kaidah bahasa Arab, seperti tashrif, i‘lal, idgham, ziyadah (penambahan huruf), serta masalah-masalah lain yang termasuk dalam ilmu sharaf.

Refrensi:
Syarah Mukhtashar Jiddan, hal. 2
Lamiyatul Af’al, hal. 6
Syadza al-’Arf fi Fanni ash-Shorf, hal. 31.

Pos terkait