KITABONLINE.net – Pernahkah kamu bertanya mengapa satu lafadz dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak bentuk dan makna yang berbeda? Jawabannya terletak pada ilmu tashrif. Ilmu ini membahas perubahan bentuk kata ke kata yang lain karena tujuan tertentu.
Tanpa memahami tashrif, seseorang akan kesulitan membaca dan memahami maksud dari teks berbahasa Arab, terutama kitab-kitab turats. Pada artikel ini, kita akan mengenal pengertian tashrif baik secara bahasa (لغة) dan istilah (اصطلاح) beserta contohnya.
Inilah Pengertian Tashrif Secara Bahasa (لغة) dan Istilah (اصطلاح)
Tashrif (تصريف) secara bahasa berarti perubahan (at-taghyir), perpindahan (al-intiqal), atau pergantian (at-taqlib). Sedangkan secara istilah, terdapat beberapa pengertian, yaitu:
تَحْوِيْلُ الْأَصْلِ الْوَاحِدِ اِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لَا تَحْصُلُ اِلَّا بِهَا
Artinya: “merubah satu bentuk asal (kata) pada beberapa bentuk yang berbeda-beda karena untuk menghasilkan makna yang dikehendaki”.
تَحْوِيْلُ الْكَلِمَةِ اِلىَ أَبْنِيَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِاخْتِلاَفِ الْمَعَانِي
Artinya: “memindahkan suatu kalimat (kata) pada bentuk yang lain karena untuk menghasilkan makna yang berbeda-beda”.
Adapun yang dimaksud dari memindahkan satu bentuk asal (Fi’il Madhi/Mashdar) pada bentuk yang lain karena untuk menghasilkan makna yang dikehendaki adalah seperti lafadz ضَرَبَ (berupa Fi’il Madhi) yang bermakna “sudah memukul”.
Jika kita menghendaki makna “sedang/akan memukul”, maka diubah menjadi يَضْرِبُ (berupa Fi’il Mudhari’). Dan jika kita menghendaki makna perintah, maka diubah menjadi إِضْرِبْ (berupa Fi’il Amr) yang artinya “pukullah!”. Perubahan dari إِضْرِبْ – يَضْرِبُ – ضَرَبَ inilah yang disebut dengan Tashrif.
تَغْيِيْرُ الْكَلِمَةِ عَنْ اَصْلِ وَضْعِهَا لِغَرَضٍ غَيْرِ اخْتِلاَفِ الْمَعَانِي
ِArtinya: “mengubah kalimat dari asal cetakannya karena untuk suatu tujuan selain menghasilkan makna yang berbeda-beda.”
Seperti tujuan Ilhaq (penyamakan pola), selamat dari berkumpulnya dua huruf yang mati (sukun), dan sejenisnya. Perubahan ini disebut dengan I’lal.
Adapun perubahan dalam i’lal mencakup 6 hal, yaitu: 1). Membuang huruf, 2). Menambah huruf, 3) Mengganti huruf baik berupa huruf shahih atau tidak, 4) Mengganti huruf illat, 5) Memindah harakat, 6) Idgham.
Jadi, dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Ilmu Tashrif adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan satu bentuk kata (Fi’il Madhi/Mashdar) ke bentuk yang lain, baik dari segi menghasilkan makna yang dikehendaki, shohih dan i’lal-nya.
Refrensi:
- Syarah al-Kailani, hal. 2
- Al-Mathlub bi Syarhil Maqshud fit Tashrif, hal. 8
- Syarah al-Asymuni ‘ala Alfiyyah Ibnu Malik, juz 2 hal. 48
- Hasyiyah al-Khudhari, juz 2 hal. 183
