Pengertian Mubtada’, Pembagian, Syarat dan Hukum-Hukumnya

Kupas Tuntas Tentang Mubtada
Pengertian Mubtada Pembagian Syarat dan Hukum-Hukumnya.

Pengertian Mubtada’

Secara bahasa (لغة), mubtada’ berarti awal atau permulaan kalam. Sedangkan secara istilah, mubtada’ adalah isim yang dibaca rofa’ yang sepi dari amil lafdzi.
Contoh: بَكْرٌ عَالِمٌ (Bakar adalah orang yang ‘alim)

I’rob: lafadz بَكْرٌ dibaca rofa’ karena ia menjadi mubtada’ (berada diawal pembahasa kalam). Tanda rofa’nya menggunakan dhommah karena berupa isim mufrod (tunggal).

Bacaan Lainnya

Adapun yang dimaksud dengan “amil lafdzi” disini adalah amil yang dapat dilihat dan dibaca, seperti ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا، إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا، كَانَ وَأَخَوَاتُهَا dan sejenisnya. Sehingga apabila ia kemasukan amil lafadhi maka tidak lagi menjadi mubtada’.
Contoh: إِنَّ بَكْرًا عَالِمٌ (Sesungguhnya Bakar adalah orang yang ‘alim)

I’rob: Lafadz بَكْرًا dibaca nashob, karena sebagai isim-nya إِنَّ, ia tidak lagi sebagai mubtada’ karena telah dimasuki oleh amil lafdzi (إِنَّ).

Pembagian Mubtada’

Mubtada’ dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Mubtada’ memiliki khobar (مُبْتَدَاءٌ لَهُ خَبَرٌ)
    Contoh: أَلْحَمْدُ لِلَّهِ (Segalapuji milik Alllah)
    I’rob: Lafadz أَلْحَمْدُ sebagai mubtada, sedangkan khobarnya adalah lafadz لِلَّهِ.
  2. Mubtada’ tidak memiliki khobar (مُبْتَدَأٌ لَهُ مَرْفُوْعٌ سَدَّ مَسَدَّ الْخَبَرِ)
    Bagian mubtada’ yang kedua ini, harus memenuhi 2 syarat, yaitu:
    1). Berupa isim sifat (isim fa’il, isim maful, isim sifat musyabbihat atau sighat mubalaghah).
    2). Di dahului oleh huruf nafi atau istifham.
    Contoh:
    – مَا مَحْمُوْدَةٌ أَخْلاَقُ الْمَنَافِقِيْنَ وَأَعْمَالُهُمْ (Tidak terpuji akhlaq dan amal perbuatan orang-orang munafik)
    – هَلْ مُعَلِّمٌ إِخْوَتُكَ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ فِي الْمَعْهَدِ الْإِسْلاَمِيِّ (Apakah saudara-saudaramu mengajarkan bahasa Arab di pesantren islam?)

Baca Juga: Terjemah Kitab Al-Risalah Al-Tashrifiyah Lengkap Bab Tashrif

Syarat-Syarat Mubtada’

Syarat utama suatu lafaz bisa menjadi mubtada’ adalah harus berupa isim ma‘rifat, yakni kata yang memiliki makna tertentu. Apabila berupa isim nakirah (kata umum), maka harus ada musawwigh. Musawwigh (مُسَوِّغٌ) artinya sesuatu yang membolehkan isim nakirah untuk dijadikan mubtada’.

Adapun isim makrifat yang bisa menjadi mubtada’ itu ada 7, yaitu:

  1. Isim alam (nama orang)
    Contoh: زَيدٌ عَالِمٌ (Zaid adalah orang yang alim)
  2. Isim dhomir (kata ganti)
    Contoh: هُوَ قَارِئٌ اَلْقُرْأَنَ فِي الْمَسْجِدِ (Dia [lk] adalah orang yang membaca al-Qur’an di masjid)
  3. Isim isyaroh (kata tunjuk)
    Contoh: ذَلِكَ الرِّجَالُ عَالِمٌ (Laki-laki itu adalah seorang yang alim)
  4. Isim mausul (kata penghubung)
    Contoh: الَّذِيْ فِيْ الْمَدْرَسَةِ مُتَعَلِمٌ (Orang yang ada di sekolah adalah seorang pelajar)
  5. Isim yang diawali “AL”
    Contoh: اَلْمُؤْمِنُوْنَ خَيْرٌ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ (Orang mukmin lebih baik daripada orang munafik)
  6. Isim yang mudhof (disandarkan) pada salah satu diatas.
    Contoh: أُمَّةُ مُحَمَّدٍ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ (Umat nabi Muhammad termasuk ahli surga)

Hukum-Hukum Mubtada

Berikut beberapa hukum mubtada’ dan khobar, yaitu:

  • Wajib dibaca rofa’
    Contoh: مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ (Nabi Muhammad adalah utusan Allah)
  • Sama dalam segi mufrod
    Contoh: زَيدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri)
  • Sama dalam segi tasniyah
    Contoh: الزَّيْدَانِ قَائِمَانِ (Dua orang Zaid berdiri)
  • Sama dalam segi jama’
    Contoh: الزَّيْدُوْنَ قَائِمُوْنَ (Beberapa Zaid berdiri)
  • Sama dalam segi mu’annas
    Contoh: اَلْهِنْدَاتُ قَائِمَاتٌ (Beberapa Hindun berdiri)
  • Sama dalam segi mudzakkar
    Contoh: الرِّجَالُ قَائِمُوْنَ أَمَامَ الْمَدْرَسَةِ (Para laki-laki berdiri di depan sekolah)

Pos terkait